Arsip untuk Tentang Pahlawan kategori

Pidato Bung Tomo Menjelang Pertempuran 10 November 1945

Posted in Tentang Pahlawan on Oktober 21, 2008 by masyon

Bismillahirrahmanirrahim…
Merdeka!!!

Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,

didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana

Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

Mengapa Bung Tomo Harus Jadi Pahlawan Nasional?

Posted in Tentang Pahlawan on Juli 29, 2008 by masyon

Bung Karno bilang bahwa bangsa yang besar yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawan. Persoalannya, siapa yang pantas menjadi pahlawan? Kriteria apa yang melandasinya? Pengajuan dari keluarga? Pengakuan yang disertai syarat-syarat formal dari pemerintah? Pengakuan dari mayoritas anak bangsa? Atau objektivitas dan subjektivitas tertentu untuk kepentingan tertentu.

Bagaimana orang sekaliber Bung Tomo bisa tidak mendapatkan gelar pahlawan nasional? Dulu, pada tahun 1982-1983, DPRD Jawa Timur mengajukannya agar Bung Tomo diangkat menjadi pahlawan nasional, tetapi ditolak oleh Mensos Nani Soedarsono dengan alasan perjuangan Bung Tomo bersifat lokal (yang tentunya ini merupakan alasan politis karena Bung Tomo sangat berseberangan dengan Soeharto dengan rezim Orde Baru-nya). Apapun alasannya, sebenarnya sangat ironis, bahkan tragis, jika orang sekaliber Bung Tomo tidak diangkat menjadi pahlawan nasional, sedangkan banyak pahlawan ecek-ecek, bahkan pahlawan kesiangan yang dengan tiba-tiba dianugerahi gelar pahlawan nasional. Bahkan, begitu meninggal langsung dimakamkan di taman makam pahlawan.

Kemaarin aku dapat bocoran berita menggembirakan. Berita itu menyatakan bahwa berkas-berkas pengajuan agar Bung Tomo diangkat pahlawan nasional dari jajaran Pemda Jawa Timur, Dinas Sosial Jawa Timur, dan Kota Surabaya sudah masuk ke “pusat”. Alhamdulillah. Aku termasuk orang yang berbahagia dan bangga mendengar berita itu. Semoga orang “pusat” bisa mempertimbangkan dan memutuskan dengan nurani bahwa memang Bung Tomo layak diangkat menjadi pahlawan nasional.

Jika Bung Tomo mendapatkan pengakuan itu, berarti anak-anak bangsa, generasi muda tidak akan mengalami missing link, kehilangan garis sejarah yang sebenarnya. Anak-anak bangsa akan terbuka matanya akan sosok pahlawan sejati yang (mungkin tidak ada duanya di Republik ini) yang pada gilirannya mereka bisa memahami sejarah bangsanya secara utuh. Tidak sepotong-sepotong dengan kebohongan di sana-sini akibat kepentingan politis oknum-oknum tertentu.

Beberapa alasan yang bisa dijadikan pertimbangan agar Bung Tomo sesegera mungkin mendapatkan gelar terhormat itu.

  1. Tanpa mengurangi peran sejarah para pejuang lainnya, Pertempuran 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan, tidak mungkin terjadi tanpa peran strategis Bung Tomo yang dengan semangatnya yang luar biasa menggelorakan semangat arek-arek Soerabaja untuk bertempur melawan Inggris yang diboncengi NICA, melalui Radio Pemberontakan yang dibentuknya bersama teman-temannya.
  2. Bung Tomo adalah salah satu pendiri TNI, Anggota Dewan Penasihat Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Ketua Badan Koordinasi Produksi Senjata seluruh Jawa dan Madura. Pada tanggal 05 Oktober 1947 dilantik oleh Presiden Soekarno sebagai anggota pucuk pimpinan Tentara Nasional Indonesia bersama Jenderal Soedirman, Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo, Komodor Surjadarma, Laksamana Nazir, dan sebagainya dengan pangkat jenderal mayor TNI AD yang bertugas sebagai Koordinator AD, AL, dan AU di bidang informasi dan perlengkapan perang.
  3. Bung Tomo adalah pejuang yang selalu mengingat dan melaksanakan wejangan Jenderal Sudirman, bahwa sebagai prajurit jangan sampai tergoda harta, tahta, dan wanita yang bisa menghancurkan harga diri, bangsa, dan negara.
  4. Bung Tomo adalah pejuang yang konsisten membela kebenaran serta kepentingan bangsa dan negara. Ketika diminta PM Amir Syarifuddin untuk memilih apakah akan tetap menajdi jenderal atau agitator yang terus menggelorakan semangat rakyat dengan pidato-pidatonya, Bung Tomo memilih mundur dari jabatannya di TNI. Dia pun selalu mengkritisi sikap para pemimpin, tak terkecuali Bung Karno pada masa Orde Lama dan Soeharto pada masa Orde Baru. Hingga dia harus mendekam di Penjara Nirbaya pada akhir dekade 1970-an karena kritik-kritiknya yang pedas terhadap Soeharto.
  5. Bung Tomo adalah pahlawan sejati. Dia akan menitikkan air mata haru dan bangga ketika melihat Sang Saka Merah Putih dikibarkan. Dan dia pun akan segera mengangkat tangan dengan sikap menghormat sempurna setiap melewati taman makam pahlawan, di mana pun berada. Kebiasaan itu dia dia ajarkan, bahkan dia paksakan kepada anak-anaknya, terutama kepada anak lelaki satu-satunya, Bambang Sulistomo.

Masih ragukah kita dengan kepahlawanannya?