biarkan hatiku menari
Bersama irama jantung
hatiku menari laksana penari padang pasir
tangannya melambai, tubuhnya gemulai
memutar,
meliuk. kepalanya mendongak.
tak jarang menunduk dan menggeleng
Matanya menatap tajam
kadang melirik liar ke kiri
ke kanan. bola mata nanar!
Hatiku menari bersama gelisah
bersama mimpi menyenandungkan cinta
menyemangati tubuh untuk tetap hidup
berproses.
mendorong otak untuk berpikir
Hatiku jalang menari telanjang
memamerkan pusarnya. auratnya.
Menari, berdendang sambil sesekali
mendesis dan menggumam,
“Adakah cinta itu untukku?”
Lalu pada saat lain berteriak lantang
memekik, “Aku cinta padamuuuuuu!!!!”
Dia begitu berani memutar-mutar pinggang dan pinggulnya
membusungkan dadanya,
membuka cadarnya, melemparkan selendangnya
bahkan memamerkan kemaluannya
juga memelehkan air matanya
karena hanya kamu yang ada di hadapannya!
Montong, maghrib 13 Sept. 10