Tragedi Bocah Ganteng
Kamu tampan… kamu rupawan
Kamu biduan… kamu ternama
Kamu pujaan…. kamu bajingan
Kamu pejantan…. kamu buktikan
Bukan di panggung, tapi di ranjang
Lagumu mengharu biru generasiku
Gayamu ditiru penuh cemburu
Ketampananmu membuat rindu pemujamu
Tapi kenapa kamu tebar napsu di segala penjuru?
Dari pelukan penggemarmu
Ke pelukan kekasihmu, lalu temanmu
Kamu reguk sejuta madu tak juga jemu
Kamu nikmati tubuh-tubuh itu
Dengan gaya Don Yuan-mu
Ooohh….. hingga sang waktu
Melemparkanmu, mencibirmu,
Mencemoohmu…
Meludahimu…..
Jakarta, 8 Juni 10
Juni 8, 2010 pada 12:08 pm
Wah bagus banget niy puisinya….nyindir banget tapi koq bisa oke gitu ya idenya.
Salam kenal:)
Juni 8, 2010 pada 6:28 pm
thk… sekenanya saja kok. salam kenal kembali. FBku Moelyonov Visimedia, silakan di add…:)