15 Tahun Bahtera
Waktu cepat berlalu. Rasanya, aku pakai seragam abu2 putih belum lama. Ternyata sudah 23 tahun yang lalu. Dan tahun ini Noni (14, si sulung) juga sudah harus berseragam abu2 putih……
Rasanya, baru kemarin kami pacaran dengan segudang duka-cita dan tetesan air mata. Seolah baru hari ini kami menikah dengan segala kesederhanaan dan (banyak) cibiran dari mereka yang tidak suka terhadap kebahagiaan kami. Namun, ternyata itu sudah 15 tahun lalu.
25 Mei 1994, tepat 15 tahun lalu kami berikrar di depan penghulu untuk saling mencitai hingga akhir zaman. Seperti baru saja terjadi. Apakah memang waktu cepat berlalu? Peribahasa Prancis mengatakan, “Cinta membuat waktu berlalu dan waktu membuat cinta berlalu.” Mungkin benar, cinta kami yang tak aus oleh panas, tak hilang oleh gelombang membuat waktu itu semakin cepat. Tapi, kami tak ingin waktu membuat cinta kami berlalu…..
Kami tetap saling memupuk rasa itu, meski aku kadang masih sedikit nakal dengan melirik kanan kiri. Meski aku (pernah) mendua hati, aku tetap tidak sanggup berpaling darinya….. Aku tetap menjaga dan memelihara cinta kami dan membiarkan waktu berlalu.
Ya Robb…. bahteraku sudah 15 tahun. Aku masih ingin menjadi nahkoda yang bijaksana di antara coba dan goda. Kami tetap akan menerjang gelombang, mengarungi ombak, melawan badai, serta menjaga kedua titipan-Mu, Noni dan Nino, dengan sepenuh hati, sekuat jiwa raga. Kami tetap akan berlayar menuju titah-Mu… sakinah mawadah warohmah. Karenanya, terangi jalan kami, kuatkan hati kami, tajamkan mata kami, dan jaga ruh kami. (Depok 00:30)
Juni 7, 2009 pada 4:58 pm
ehmm seneng dulu deh..
.. ternyata bener namaku ada disini..wah jadi tambah semangat nulis nih..
Selamat ya mas telah menempuh perjalanan sampai sekarang, semoga kebahagiaan dan cinta tetap terjaga sampai akhir nanti..Salam buat semuruh keluarga..