Arsip untuk Desember, 2008

Ke manakah gerangan dia sekarang?

Posted in Uncategorized on Desember 16, 2008 by masyon

Pancasila

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluaruh rakyat Indonesia

Masih dasar negarakah dia? Ke mana dia sembunyi?

Dulu, pada rezim Orde Baru ditampilkan di langit dengan penuh kesakralan dengan makna absurd di balik ketiak penguasa…. Kini, disebut pun jarang, apa lagi diingat. Tragisnya Pancasilaku….

Menangislah Bung Karno dalam kuburmu

Merataplah Yamin dalam barzahmu

Menjeritlah Supomo dalam tidur panjangmu

Bersedihlah Prapanca, Tantular,

Basahi Sutasoma dengan air matamu….

Rendam Negarakertagama dengan rintihanmu

Kita?

Ayooooo teriak sekuat tenaga

Mari anarkhi!

Budayakan korupsi!

Sembahlah materi…….

:( :( :(

SEJARAH & KITA

Posted in Uneg-uneg on Desember 2, 2008 by masyon

“Historia vitae magistra”, sejarah adalah guru kehidupan. Begitu kata Cicero, filsuf Yunani Kuno. “Pengalaman adalah guru terbaik”, begitu kata orang-orang bijak. Bagaimana dengan sejarah Indonesia?

Barangkali kita termasuk bangsa yang kurang atau tidak memahami sejarah. Bahkan, mungkin tidak mau peduli dengan sejarah. Ketika sejarah diputar-balikkan, peran orang-orang berjasa (pahlawan sejati) diberangus, dan tokoh-tokoh munafik ditonjolkan sebagai pahlawan sebagai tokoh sentral sejarah selama bertahun-tahun, kita hanya diam, tak mampu berkata apa-apa, apa lagi berbuat. Namun, ketika sejarah yang sebenarnya ditulis, ketika kebenaran diungkapkan, kita menjadi kebakaran jenggot. Marah! Kita bereaksi hingga kebenaran sejarah menjadi kontroversial.

Sebagai sebuah peristiwa, sejarah adalah ein maleg, sekali terjadi. Namun, sebagai kisah, dia sering berulang dengan model dan bentuk yang mirip. Di sini, kita lah yang harus mengarifinya. Mampukah? Dulu, multipartai dianggap gagal, tetapi kini kita mengulanginya lagi atas nama demokrasi. Dulu, negara kita hancur akibat ulah petinggi yang pada korupsi, kini pun berulang kembali. Dulu, bangsa kita dijajah oleh bangsa asing, kini terulang kembali dalam bentuk dominasi ekonomi asing habis-habisan, kita tak pernah mau peduli.

Sejarah menjadi sekadar catatan buram yang harus kita tinggalkan karena “kesibukan” kita menyongsong masa depan? Tragis sekali kita ini. Bukankah sebagai masa lalu, sejarah adalah cermin yang paling bijaksana untuk berkaca dan menata masa depan kita?

Ya Azzawajalla, lindungi kami dari ketidak-benaran, ampuni kekeliruan kami, terangi hati kami dengan cahaya kebenaran-Mu. Jadikanlah sejarah kami sebagai pedoman bagi kami untuk menjadi makhluk paling bijak yang Engkau kehendaki. Amien.